jpnn.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah.
IHSG ditutup melemah 8,24 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.678,20. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,33 poin atau 0,20 persen ke posisi 664,25.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico mengatakan pelemahan IHSG dipicu oleh naiknya harga minyak mentah di tingkat global.
"Bursa Asia didominasi pelemahan seiring harga minyak kembali naik di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dalam perkembangan terbaru, Iran menyatakan telah menyerang dua kapal Amerika Serikat (AS) dan delapan kapal tanker minyak di Teluk, sebagai aksi balasan atas serangan AS terhadap lima kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg.
Harga minyak dunia mengalami kenaikan dengan jenis Brent telah menyentuh level 100 dolar AS per barel, dan jenis WTI telah menyentuh level 95 dolar AS per barel.
Di sisi lain, para pelaku pasar juga bersiap menghadapi keputusan kebijakan European Central Bank (ECB) pada Kamis (10/9) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dari dalam negeri, pelaku pasar masih berhati-hati menjelang rilis data penjualan ritel Juli 2026 pada Kamis (10/9), setelah data penjualan ritel Juni mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut.















































