Giwo Rubianto Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, Kampus Wajib Jadi Ruang Aman Digital

7 hours ago 18

Giwo Rubianto Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, Kampus Wajib Jadi Ruang Aman Digital

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tokoh perempuan Giwo Rubianto mengecam dugaan pelecehan di FH UI dan menegaskan kampus seharusnya jadi ruang aman digital. Foto dokumentasi GR

jpnn.com - Tokoh perempuan Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd., mengecam keras dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan oknum mahasiswa di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI).

Dia menegaskan, ruang digital tidak boleh dijadikan sarana untuk melakukan tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan.

"Terlebih lagi di lingkungan perguruan tinggi yang seharusnya menjadi teladan dalam menjunjung etika dan nilai moral," kata Giwo, Sabtu (18/4/2026).

Giwo menyebutkan, segala bentuk kekerasan seksual merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi, baik terjadi di ruang fisik maupun melalui platform digital. Kasus semacam ini menjadi peringatan penting bagi dunia pendidikan agar lebih serius menjaga integritas moral dan menciptakan lingkungan akademik yang aman bagi seluruh civitas kampus.

"Institusi pendidikan semestinya berada di garda terdepan dalam menghadirkan ruang aman yang bebas dari eksploitasi dan kekerasan seksual," ucapnya.

Oleh karena itu, ia menyebut sangat memprihatinkan apabila nama baik dunia pendidikan justru tercoreng oleh dugaan tindakan amoral yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Institusi pendidikan seharusnya menjadi preseden utama bagi ruang aman yang bebas dari segala bentuk eksploitasi. 

"Sangat ironi dan memprihatinkan apabila muruah dunia pendidikan justru tercemar oleh praktik kekerasan seksual. Lingkungan akademik wajib memegang teguh standar etika tertinggi sebagai wilayah yang steril dari tindakan amoral,” tegasnya.

Mantan ketua umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) itu juga menyoroti penyalahgunaan grup pesan tertutup yang diduga digunakan sebagai medium pelecehan. Menurutnya, transformasi digital di lingkungan pendidikan tidak cukup hanya diiringi kemampuan teknis, tetapi juga harus dibarengi dengan literasi etika dan kematangan moral. 

Tokoh perempuan Giwo Rubianto mengecam dugaan pelecehan seksual di FH UI dan menegaskan kampus seharusnya jadi ruang aman digital.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |