jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indonesia masih aman dari kondisi darurat energi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Hal itu Purbaya katakan, terkait Filipina yang sudah menyatakan darurat energi karena mengalami krisis BBM akibat perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Purbaya mengaku hingga saat ini dia belum berencana mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, maupun kebijakan subsidi energi.
“APBN masih tahan. Saya enggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada, sampai titik yang mungkin nanti harga minyaknya tinggi sekali,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (25/3).
Purbaya, bahkan memastikan hingga saat ini kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menyerap tekanan kenaikan harga BBM.
Dengan asumsi harga minyak yang relatif terkendali, Purbaya menilai belum diperlukan langkah penyesuaian kebijakan dalam waktu dekat.
Berkaca pada kasus Filipina, konsep darurat energi tidak semata-mata ditentukan oleh lonjakan harga, melainkan lebih pada terganggunya pasokan energi.
Nah, Purbaya mengaku untuk pasokan energi masih tersedia.











































