jpnn.com, RIYADH - Ketangguhan Iran dalam melawan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ternyata jauh lebih dahsyat daripada yang diberitakan selama ini.
Salah satu buktinya ialah kemampuan Iran menghancurkan fasilitas milik Amerika Serikat (AS) yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Harian Wall Stret Journal (WSJ) edisi Jumat (3/4/2026) mewartakan tentang serangan pesawat nirawak atau drone Iran yang menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, pada Maret lalu.
Serangan itu menyebabkan kerusakan yang jauh lebih parah ketimbang yang selama ini dilaporkan.
Awalnya Kementrian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan serangan drone Iran itu hanya menyebabkan kerusakan minor dan kebakaran terbatas. Walakin, para pejabat maupun mantan pejabat AS justru mementahkan klaim itu.
Laporan WSJ itu mendedahkan serangan pertama drone Iran mampu menghindari sistem pertahanan udara Arab Saudi yang melindungi Kawasan Diplomatik Riyadh. Serangan itu langsung menghantam kompleks Kedubes AS.
Ternyata masih ada serangan berikutnya. Sebab, ada serangan kedua drone Iran menyasar lubang yang ditimbulkan serangan pertama.
“Semenit kemudian, drone kedua memasuki lubang yang dibuat oleh drone pertama dan juga meledak,” kata para pejabat yang dikutip WSJ.









































