jatim.jpnn.com, SURABAYA - Aksi mogok kerja yang dilakukan jagal Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian sebagai bentuk penolakan relokasi ke Tambak Oso Wilangun (TOW) dipastikan tidak mengganggu ketersediaan daging sapi di Surabaya.
Direktur Utama RPH Surabaya Fajar Isnugroho menegaskan pasokan daging untuk masyarakat masih dalam kondisi aman karena operasional pemotongan sapi tetap berjalan di unit RPH Surabaya lainnya, yakni RPH Kedurus.
“Pertama-tama saya mohon maaf kepada masyarakat Surabaya karena akibat aksi mogok di Pegirian mungkin sempat menyulitkan mendapatkan daging segar. Namun saya pastikan, berdasarkan monitoring tim RPH hari ini, ketersediaan daging masih cukup,” ujar Fajar usai audiensi dengan massa aksi di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1).
Dia menjelaskan RPH Kedurus masih aktif melakukan pemotongan sapi sehingga kebutuhan daging masyarakat tetap terpenuhi. Karena itu, warga diminta tidak khawatir maupun panik.
“Masyarakat tetap bisa mendapatkan daging sapi berkualitas. Bisa melalui outlet RPH Surya Mart atau pasar-pasar tradisional. Ada 11 outlet di pasar yang disuplai oleh mitra jagal dari Kedurus,” jelasnya.
Terkait relokasi RPH Pegirian, Fajar menegaskan yang dipindahkan hanyalah lokasi pemotongan hewan, bukan pasar dagingnya. Pasar Arimbi sebagai sentra perkulakan daging sapi di Surabaya tetap berada di Jalan Arimbi, Pegirian.
“Yang pindah itu tempat pemotongannya saja. Pasar daging Arimbi tidak pindah, tetap di lokasi semula,” tuturnya.
Fajar juga menyampaikan, RPH Surabaya memberikan masa transisi bagi mitra jagal Pegirian. Para jagal masih diperbolehkan memanfaatkan fasilitas pemotongan di Pegirian hingga akhir Idul Fitri 2026.










































