jatim.jpnn.com, MALANG - Pelatih Semen Padang FC Dejan Antonic menilai agresivitas lini belakang Arema FC menjadi faktor utama yang membuat timnya gagal mencetak gol dalam kekalahan 0-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/2).
Menurut Dejan, para pemain belakang Arema tampil disiplin, sigap, dan selalu berada di posisi yang tepat untuk memutus alur serangan Semen Padang.
"Masalah di pertandingan ini adalah Arema jauh lebih agresif di belakang. Semua (pemain Arema) melakukan kontak, jatuh, bam (membuang bola), dan kami kehilangan bola," kata Dejan dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Pelatih asal Serbia itu mengungkapkan, dirinya sempat mengubah formasi tim dari 4-3-3 menjadi 4-4-2 dengan harapan dua penyerang di tengah bisa mengganggu konsentrasi lini pertahanan Arema.
Namun, perubahan skema tersebut tetap tidak efektif karena pertahanan tuan rumah justru tampil semakin rapat dan solid.
Namun, usaha tersebut tetap tak membuahkan hasil lantaran pertahanan tim tuan rumah justru tampil lebih rapat.
Berdasarkan analisis statistik pertandingan, Dejan menyebut para pemain Semen Padang kehilangan bola setidaknya delapan kali di area sekitar 20 meter dari pertahanan Arema FC.
Kondisi itu membuat lini belakang Semen Padang mudah dieksploitasi oleh Arema, salah satunya pada gol pertama yang dicetak Joel Vinicius di menit ke-29.





































