jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), menilai, Kejaksaan Agung (Kejagung) cerdik dalam memilih strategi pemberantasan korupsi.
Hal ini memberi dampak langsung terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mereka maupun terhadap pemerintah Presiden Prabowo.
Hal ini disampaikan Hibnu terkait dengan hasil survei terbaru Indikator Politik. Dalam survei itu menemukan Kejagung masih menjadi lembaga hukum paling dipercaya publik dengan tingkat kepercayaan mencapai 80 persen.
Selain itu, kinerja penegakkan hukum Kejagung menjadi faktor penopang tingginya kepercayaan terhadap pemerintah.
Dikatakannya, Kejagung dalam menangani kejahatan bisa memilah hal yang bisa memberi dampak langsung terhadap masyarakat, seperti kasus timah, CPO, sawit.
“Hal ini yang memberi dampak langsung terhadap kepercayaan terhadap negara, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Hibnu.
Kejagung mampu memilih strategi yang tepat dalam pemberantasan korupsi. Mereka mengajar kasus korupsi besar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Selain itu, mereka tidak hanya mempidanakan pelaku, tetapi juga mengejar pengembalian kerugian negara.








































