jateng.jpnn.com, SEMARANG - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mencatat kebanjiran order pelayanan nonpemadaman dalam kurun tiga tahun terakhir. Kegiatan yang disebut penyelamatan itu berupa evakuasi hewan hingga pengambilan drone yang tersangkut.
Data yang dihimpun JPNN.com dalam sebulan berjalan ini, penyelamatan yang dilakukan Damkar Kota Semarang meliputi evakuasi ular, sarang tawon, biawak, kucing, musang, kendaraan roda tiga terjatuh, orang terjatuh, drone tersangkut, kunci terjatuh, pelepasan cincin, membuka pintu terkunci, bantuan air, serta penyemprotan tumpahan solar, tumpahan oli, dan material.
Dari seluruh penanganan tersebut, tiga jenis penyelamatan yang paling banyak dilaporkan warga, yaitu evakuasi ular sebanyak 25 kali, penyemprotan tumpahan solar 21 kali, dan evakuasi sarang tawon 19 kali.
Sekretaris Damkar Kota Semarang Ade Bhakti Ariawan mengatakan kegiatan penyelamatan merupakan bentuk pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Meningkat drastis. Pada 2023 saya masuk sini Agustus itu kegiatan setahun itu 800-an ya. Kemudian 2024 ada 1.200, 2025 kemarin 1.500. Ini (sampai, red) Juli ini kegiatan penanganan nonkebakaran itu tembus 1.700 kejadian,” kata Ade, Selasa (21/7).
Ade mengatakan peningkatan pelayanan nonpemadaman itu telah dilaporkan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Semarang.
“Alhamdulillah di tahun ini atas perhatian Ibu Wali Kota (Agustina Wilujeng Pramestuti, red), kami sudah ditambahi tiga unit armada,” kata Ade.
Tiga kendaraan itu berupa mobil penyelamatan atau rescue untuk non pemadaman, armada untuk sosialisasi kepada masyarakat dan truk pemadam kecil bervolume 800 liter yang bisa mengakses lingkungan dengan jalan sempit.






































