Purbaya Laporkan Defisit APBN Per Juni 2026 Sebesar 0,76% dari PDB

7 hours ago 26

Purbaya Laporkan Defisit APBN Per Juni 2026 Sebesar 0,76% dari PDB

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB. Foto/Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Juni 2026.

Purbaya mengatakan tren positif kinerja APBN ditopang oleh performa pendapatan negara yang kuat serta belanja yang dikelola secara efektif.

"Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja yang produktif, dan belanja yang dikelola secara terukur, defisit tetap terkendali," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa.

Bendahara negara menyebut secara keseluruhan, pendapatan negara mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama 2025.

Dia menjelaskan penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp 1.187,8 triliun, yang ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp 1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen.

“Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 145 triliun atau tumbuh 3,4 persen,” ujar Purbaya.

Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp 271 triliun atau meningkat 21,6 persen, sedangkan penerimaan hibah tercatat Rp 7 miliar atau tumbuh 10,2 persen.

Purbaya menuturkan  kinerja fiskal tersebut turut menjadi salah satu faktor yang mendukung Indonesia mempertahankan peringkat kredit BBB untuk utang jangka panjang dan A-2 untuk utang jangka pendek.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |