jpnn.com, SEMARANG - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memaparkan sejumlah catatan krusial dan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Dia menjelaskan indikator utama keberhasilan operasi tahun ini terlihat pada penurunan signifikan angka kecelakaan lalu lintas.
Berdasarkan data evaluasi, angka fatalitas atau korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun sebesar 30,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk jumlah peristiwa kecelakaan secara umum juga mengalami penurunan sebesar 5,75 persen.
"Hasil ini sangat menggembirakan. Penurunan angka kecelakaan ini merupakan hasil kerja keras anggota di lapangan, kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, serta dukungan teknologi dan inovasi pelayanan," kata Irjen Pol. Agus di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/3) dini hari.
Terkait volume kendaraan, Irjen Pol. Agus mencatat rekor tertinggi dalam sejarah pada puncak arus mudik dengan jumlah 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dari tahun lalu.
Sementara itu, puncak arus balik tercatat sebanyak 256.338 kendaraan, naik 14,68 persen.
"Strategi manajemen rekayasa lalu lintas, mulai dari One Way nasional hingga One Way lokal presisi dan sistem Contraflow hingga tiga lajur, terbukti efektif memecah kepadatan arus di jalan tol dan arteri," tambahnya.











































