Candi Jabung Peninggalan Majapahit Diproyeksikan Jadi Destinasi Budaya

1 week ago 61

Senin, 26 Januari 2026 – 11:36 WIB

Candi Jabung Peninggalan Majapahit Diproyeksikan Jadi Destinasi Budaya - JPNN.com Jatim

Kunjungan Menbud Fadli Zon di Candi Jabung, Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/1/2026). ANTARA/HO-Diskominfo Probolinggo

jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong Candi Jabung dikembangkan sebagai ekosistem budaya di Kabupaten Probolinggo. Dorongan itu disampaikan Fadli saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Candi Jabung pada Minggu (25/1) petang.

Dalam kunjungan tersebut, Menbud mendapat paparan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI terkait proses revitalisasi candi, lalu meninjau langsung kawasan cagar budaya tersebut.

“Saya mengapresiasi revitalisasi Candi Jabung yang memiliki nilai sejarah, arsitektural, dan budaya yang sangat tinggi,” kata Fadli dalam keterangan tertulis, Senin (26/1).

Dia menjelaskan kawasan Candi Jabung memiliki luas sekitar lima hektare dan menyimpan nilai sejarah penting sebagai peninggalan Kerajaan Majapahit. Candi Jabung dibangun pada tahun 1276 Saka atau 1354 Masehi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan disebut dalam Kitab Negarakertagama.

“Dari sisi arsitektur, Candi Jabung sangat unik karena menggunakan material bata, bukan batu andesit seperti kebanyakan candi di Jawa Timur. Ini menunjukkan kemajuan teknologi bangunan pada masa Majapahit serta akulturasi Hindu, Buddha, dan kepercayaan lokal,” ujarnya.

Fadli juga menekankan pentingnya menjaga Candi Jabung dari ancaman vandalisme dan faktor alam, mengingat lokasinya berada di kawasan pesisir.

Selain pelestarian, dia mendorong pemanfaatan kawasan candi secara berkelanjutan sesuai amanat undang-undang.

“Kawasan Candi Jabung bisa dikembangkan sebagai ekosistem budaya, mulai dari festival seni, tradisi lokal, wisata sejarah, wisata religi hingga wisata kuliner khas Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Menbud Fadli Zon mendorong Candi Jabung di Probolinggo dikembangkan sebagai ekosistem budaya dan wisata sejarah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
| | | |