jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan cerminan kepribadian dan jati diri bangsa Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di JCC Senayan, Sabtu (11/4).
"Pencak silat ya, olahraga, pencak silat seni bela diri,ya, benar. Tapi lebih dari itu, pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Ilmu leluhur kita, kita pegang teguh," kata Prabowo yang juga sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dalam sambutannya.
Prabowo menegaskan pencak silat adalah bagian dari budaya bangsa sekaligus ilmu bela diri yang mengandung nilai kesatria dan pembentukan karakter.
Presiden juga menekankan pentingnya menjaga dan menghormati budaya sendiri sebagai ciri bangsa yang besar, termasuk menghormati leluhur dan nilai-nilai yang diwariskan melalui pencak silat.
Selain sebagai olahraga dan seni bela diri, Prabowo menyebut pencak silat mengandung nilai sopan santun, kerendahan hati, serta keberanian untuk membela kebenaran, keadilan, dan pihak yang lemah.
Prabowo pun mengapresiasi peran IPSI dan seluruh perguruan dalam menjaga serta mengembangkan pencak silat sebagai kebanggaan budaya nasional.
"Jadi IPSI salah satu tonggak yang sangat penting. Saya terima kasih, saya bangga. Sekian tahun saudara tetap mendukung saya. Bersama-sama telah kita pertahankan kebanggaan budaya kita," kata dia.









































