jpnn.com, JAKARTA - Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas kinerjanya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN M Khoerur Roziqin menyampaikan pihaknya mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Perum Bulog.
"Capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen Perum Bulog untuk hadir bagi petani," kata Khoerur Roziqin dalam keterangannya yang diterima JPNN.com, Selsa (22/9).
Penugasan Perum Bulog mencakup proses hulu sampai hilir untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pangan nasional sepanjang tahun.
Perum Bulog dinilai berhasil menjalankan dua fungsi strategis sekaligus, yaitu menyerap hasil panen petani dalam negeri serta menyalurkan pangan kepada masyarakat, baik melalui program stabilisasi harga maupun bantuan pangan pemerintah.
Di sisi pengadaan, hingga saat ini Perum Bulog telah menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras atau 99 persen dari target penugasan sebesar 4 juta ton.
Serapan tersebut berasal dari 7,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dan 35,8 ribu ton beras.
“Setiap ton gabah yang diserap berarti kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah," ujar Khoerur.

















































