Berburu Ikan Sapu-Sapu Demi Kelestarian Ekosistem Air Tawar

1 day ago 20

Jumat, 08 Mei 2026 – 08:30 WIB

Berburu Ikan Sapu-Sapu Demi Kelestarian Ekosistem Air Tawar - JPNN.com Jogja

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY berburu ikan sapu-sapu. Foto: Antara

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan aksi menjaga kelestarian ekosistem air tawar melalui kegiatan Gerebek Ikan sapu-sapu. Aksi ini dipusatkan di Rawa Kalibayem, Kelurahan Ngestiharjo, Kabupaten Bantul, pada Kamis (7/5).

Kepala DKP DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengendalikan ancaman ikan invasif yang kian mendominasi perairan darat di Yogyakarta.

"Gerebek ini menjadi bagian penting dalam perlindungan ekosistem. Keberadaan ikan sapu-sapu saat ini menjadi ancaman serius bagi kelestarian ikan lokal karena daya tahan hidupnya yang tinggi dan minimnya predator alami," ujar Hery di sela-sela kegiatan.

Ikan sapu-sapu (Loricariidae) bukanlah spesies asli Indonesia, tetapi berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Di Indonesia, jenis yang paling umum ditemukan adalah dari genus Pterygoplichthys.

Ikan sapu-sapu memiliki tubuh yang dilapisi kulit keras menyerupai baju zirah (skut), mulut berada di bagian bawah (ventral) yang berfungsi sebagai alat penghisap dan mampu hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah atau tercemar.

Ikan ini memiliki alat bantu pernapasan tambahan berupa labirin sehingga tetap bisa bertahan hidup meski kondisi air memburuk.

Dampak Negatif bagi Ekosistem Sungai
Dominasi ikan sapu-sapu di perairan umum seperti di sungai dan rawa membawa dampak buruk karena akan bersaing sumber makanan dengan ikan lokal.

Sebagai pemakan alga dan detritus, mereka sering kali ikut memakan telur ikan lokal yang mengakibatkan penurunan drastis populasi ikan asli seperti wader, nilem, dan tawes.

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY berburu ikan sapu-sapu di Bantul. Perburuan ini bertujuan untuk menyelamatkan ikan lokal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |