jpnn.com, JAKARTA - Ketua Koordinator Ideologi Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai NasDem, Willy Aditya, mengatakan bahwa kepemimpinan dalam negara demokratis harus berbasis gagasan yang kuat, bukan semata dorongan emosi atau pragmatisme kekuasaan. Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka acara bedah buku 'Sutan Sjahrir: Perjuangan Kita' di Perpustakaan Panglima Itam, NasDem Tower, Jakarta, Jumat (30/1).
“Kalau kepemimpinan tidak berbasis ide, kita hanya akan dipenuhi semangat tanpa nalar,” ujar Willy Aditya.
Ketua Komisi XIII DPR RI ini menjelaskan bahwa Partai NasDem didirikan dengan pendekatan kepemimpinan ide untuk menjaga arah republik.
“NasDem lahir dari kesadaran bahwa republik ini harus dipimpin oleh gagasan, bukan oleh reaksi sesaat,” terangnya.
Ia juga mengkritik era Reformasi yang dinilainya lebih banyak digerakkan emosi tanpa kerangka ideologis yang solid.
“Kita marah, kita gelisah, tapi tidak punya peta ide tentang mau dibawa ke mana republik ini,” ujarnya.
Willy menilai pemikiran Sutan Sjahrir sebagai teladan kepemimpinan intelektual dan moral yang relevan hingga kini. Ia menegaskan komitmen NasDem sebagai partai pelopor ide dengan garis ideologis republikanisme, yakni politik yang didedikasikan untuk kemaslahatan rakyat.
“Partai ini tidak mengutuk situasi, tapi berusaha menjawabnya dengan gagasan dan kerja konkret,” pungkas Willy Aditya.












































