kalsel.jpnn.com, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin mempertahankan tradisi bernuansa religi setiap Rabiul Awal atau bertepatan bulan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, yakni baayun maulid.
Pada Rabiul Awal 1448 H / 2026 M ini, kegiatan baayun maulid tetap dilaksanakan di masjid bersejarah Kesultanan Pertama Banjar, yakni Masjid Sultan Suriansyah di Kuin, Banjarmasin Utara, Minggu.
Kegiatan sekaligus untuk merayakan Harjad ke-500 Kota Banjarmasin ini diikuti sebanyak 500 peserta dari berbagai usia, didominasi anak-anak yang mengikuti warisan budaya masyarakat Banjar yang dilaksanakan secara turun-temurun.
Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj Ananda menyampaikan tradisi baayun maulid yang prosesinya, anak ditempatkan di dalam ayunan dan diayun oleh orang tua atau keluarga, sembari diiringi pembacaan Al-Quran, salawat, dan doa tersebut pada tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum menuju Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.
“Alhamdulillah hari ini perayaan baayun maulid memperingati 500 tahun Kota Banjarmasin. Harapannya ke depan Masjid Sultan Suriansyah ini menjadi ikon, bukan hanya ikon Banjarmasin, tetapi ikon Kalimantan Selatan, Kalimantan bahkan Indonesia,” ucapnya.
Dia menilai keberadaan Masjid Sultan Suriansyah menjadi salah satu tonggak sejarah penting karena merupakan bagian dari sejarah awal Kota Banjarmasin, khususnya dalam perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Dia berharap tradisi baayun maulid dapat terus dikembangkan dan masuk dalam kalender kegiatan daerah hingga nasional.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil menjelaskan, jumlah 500 peserta ditetapkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan 500 tahun Kota Banjarmasin.













































