jpnn.com, JAKARTA - Komunitas Literasi Nusantara (KLN) berkomitmen dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal itu kembali diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah timur Indonesia.
Pada Selasa, 24 Februari 2026, KLN menyalurkan bantuan berupa Alat Tulis Kantor (ATK), vitamin serta kotak P3K kepada siswa-siswi SDK Waipanda, Desa Hohawungo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini diprakarsai langsung oleh Founder KLN Ferdinandus Wali Ate, yang juga menjabat sebagai Presidium Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat PMKRI Santo Thomas Aquinas di Jakarta.
Bantuan yang diberikan tidak hanya dimaknai sebagai dukungan material, tetapi sebagai simbol komitmen jangka panjang dalam memperkuat budaya literasi di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Ferdinandus menegaskan literasi merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban yang damai dan berkeadilan.
“Literasi adalah jembatan menuju perdamaian. Ketika anak-anak mampu membaca dengan baik, memahami ilmu pengetahuan, dan berpikir kritis, mereka sedang membangun dunia yang lebih bijaksana, toleran, dan manusiawi. Literasi bukan sekadar soal buku, melainkan tentang membentuk karakter dan kesadaran,” ujar Ferdinandus.
Dia juga mengingatkan kembali filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara: “Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, dan setiap waktu adalah belajar.”










































