bali.jpnn.com, DENPASAR - Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) Bali saat ini sedang menyusun kajian untuk menjadikan perairan Bali Selatan sebagai kawasan konservasi.
Jika dilihat dari peta, area yang akan dijadikan konservasi di Bali Selatan mencakup bagian kakinya Bali seluas 55 ribu hektare.
Luasan ini akan melengkapi target kawasan konservasi laut Bali yang sebesar 102 hektare, tetapi saat ini baru tertutupi 44 ribu hektare.
Lokasinya berada di kawasan konservasi Nusa Penida, Buleleng, Karangasem, Jembrana, dan Teluk Benoa.
“Sudah zona tunda, yang di Bali Selatan itu lagi disusun, kajiannya dimatangkan, 2027 targetnya,” ujar Kepala Dinas KP Bali I Putu Sumardiana dilansir dari Antara.
Dinas KP Bali memandang yang terpenting adalah menjaga kekayaan laut disana seperti Jembrana tempat konservasi penyu, Nusa Penida tempat hidup mola-mola, dan Buleleng lokasi konservasi lumba-lumba.
“Target untuk di Bali karena Bali kecil ya cuma lima, dan yang belum satu saja nanti yang di Bali Selatan, tetapi yang penting bukan menambahnya melainkan bagaimana menjaga kawasan konservasi itu utuh,” kata I Putu Sumardiana.
Menurut Kadis KP Bali, menjaga kawasan konservasi laut tidak hanya melestarikan kekayaan laut, tetapi juga memastikan pariwisata berjalan sesuai regulasi dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.




































