jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis) menurunkan alat berat ke kawasan Kampung Pondok Solokan, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk mengatasi pendangkalan di Muara Kali Ciherang.
Langkah tanggap darurat tersebut dilakukan guna mengeruk sedimentasi lumpur yang menyebabkan pendangkalan parah serta memicu intrusi air laut ke lahan pertanian milik warga.
Kepala BBWS Cilicis, Ahmad Victor Samodra, mengatakan penanganan darurat dilakukan setelah pihaknya melakukan survei lapangan bersama sekitar 150 petani dan nelayan setempat dengan menyusuri aliran sungai sepanjang enam kilometer pada Selasa, 19 Mei 2026.
“Langkah tanggap darurat ini diambil untuk mengeruk sedimentasi lumpur yang memicu pendangkalan parah dan intrusi air laut ke lahan pertanian warga,” kata Ahmad di Kabupaten Bekasi, Kamis.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, kondisi Muara Kali Ciherang dinilai sudah cukup mengkhawatirkan.
Kedalaman air di lokasi tersebut kini hanya tersisa sekitar 20 sentimeter akibat endapan lumpur setebal kurang lebih 80 sentimeter.
“Alat berat diturunkan sebagai penanganan sementara dengan mengangkat sedimentasi guna mengatasi pendangkalan,” ujarnya.
Menurut Ahmad, pengerukan sedimentasi yang dilakukan saat ini merupakan solusi jangka pendek sambil menunggu penyusunan rencana induk penanganan permanen yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam bulan.




.jpeg)
































