bali.jpnn.com, GILIMANUK - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengerahkan 16 kapal feri berkapasitas besar untuk mengurai antrean panjang pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Secara total, terdapat 35 kapal feri yang dioperasikan sejak lonjakan arus mudik pada Minggu lalu (15/3) dengan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB).
Dari jumlah tersebut, 16 kapal besar difokuskan untuk mengangkut penumpang hanya dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang tanpa memuat penumpang dari arah sebaliknya.
Strategi ini bertujuan mempercepat pengosongan kendaraan di sisi Bali yang sempat menembus Kota Negara, Jembrana, berjarak 35 km dari Pelabuhan Gilimanuk.
"Alhamdulillah, antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk yang kemarin mencapai 35 kilometer, hari ini sudah berkurang menjadi 18 kilometer," ujar General Manajer ASDP Cabang Ketapang, Syamsudin, dilansir dari Antara.
Menurut Syamsudin, skema tiba bongkar berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang diterapkan di Dermaga MB1, MB4, LCM dan Bulusan.
“Jadi, kapal yang tiba dapat langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan," kata Syamsudin.
Berdasar data Posko Angkutan Lebaran ASDP Ketapang, arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa pada H-6 Lebaran atau Minggu (15/3) mengalami peningkatan signifikan.







































