Asal-usul Senjata Api Dijual Anggota Komcad TNI AD

1 week ago 31

Asal-usul Senjata Api Dijual Anggota Komcad TNI AD

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra dan Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Cokorda G.P. Pemayun menunjukkan barang bukti kasus penjualan senjata api ilegal saat konferensi pers di Denpasar, Bali, Senin (26/1/2026). ANTARA/Rolandus Nampu

jpnn.com, DENPASAR - Seorang anggota Komponen Cadangan (Komcad) TNI AD berinisial ASR (34) menjual senjata api di Denpasar.

"Pelaku ASR warga dari Lampung, yang bersangkutan memang pada dasarnya sedang mencari pekerjaan," kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra dalam konferensi pers, Senin.

Dia mengungkap asal-usul senjata api yang dijual ASR.

"Senjata yang dijual merupakan yang dibawanya dari Lampung ke Bali pada tahun 2023 lalu. Jadi, dia ini datang ke Bali ingin menjual senjata api," kata Agus.

Agus menjelaskan senjata tersebut bukan senjata organik milik TNI atau Polri melainkan senjata pabrikan luar negeri dengan jenis SIG Sauer.

SIG Sauer merupakan senjata pabrikan kolaborasi Swiss dan Jerman.

Kepada penyidik, ASR mengaku membeli senjata tersebut dari seorang temannya bernama Erik, saat masih bekerja di Lampung pada tahun 2022 dengan harga Rp 2 juta.

Dia membeli senjata tersebut dengan tujuan untuk melindungi diri karena bekerja di sektor pengamanan swasta.

Seorang anggota Komponen Cadangan atau Komcad TNI AD tertangkap tangan menjual senjata api.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |