jpnn.com, JAKARTA - Proses pemulihan aktivis KontraS Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras diperkirakan berlangsung panjang hingga dua tahun, seiring kompleksitas luka yang dialami.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Saurlin P. Siagian menyampaikan hasil pendalaman dari tim medis menunjukkan luka Andrie Yunus dikategorikan sebagai luka bakar akibat zat kimia asam kuat.
"Operasi masih terus berlanjut dan akan berlangsung enam bulan sampai dua tahun ke depan untuk pemulihan," ujar Saurlin, Kamis.
Dia menjelaskan fase enam bulan pertama menjadi periode krusial dalam menentukan arah pemulihan Andrie Yunus, terutama untuk memastikan stabilitas kondisi luka dan respons tubuh terhadap tindakan medis lanjutan.
Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi menambahkan penanganan medis yang dilakukan sejauh ini telah berjalan intensif dan terukur.
Namun demikian, sejumlah kondisi spesifik, terutama pada bagian mata kanan korban, masih dalam tahap analisis sehingga belum dapat disimpulkan perkembangan akhirnya.
"Mereka belum bisa menyimpulkan apakah mengalami penurunan atau peningkatan, itu masih dalam proses," ujarnya.











































