jpnn.com, JAKARTA - Ribuan guru besertifikat pendidik (beserdik) tidak bisa mencairkan TPG yang akan digunakan pada lebaran 2026. Itu karena aktivasi norek alias nomor rekening dibatasi pihak bank.
Ketua umum Aliansi R2 R3 Indonesia Faisol Mahardika mengungkapkan, dana tunjangan profesi guru (TPG) sudah dua bulan masuk ke rekening. Namun, untuk penerima baru harus aktivasi rekening di bank.
Faisol menjelaskan, rekening itu dibuatkan oleh Ditjen Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Jadi, guru beserdik tinggal aktivasi sekaligus pemberkasan di bank. Anehnya pihak bank membatasi perhari 10 orang.
"Penerima TPG baru kasihan tidak bisa lebaran mereka. Dana TPG sudah masuk ke rekening yang disediakan pemerintah, tetapi belum bisa ditarik karena belum aktivasi rekening," kata Faisol kepada JPNN, Selasa (17/3/2026).
Dia mengaku sejak pagi berada di Bank Mandiri untuk memperjuangkan guru-guru beserdik yang terancam tidak bisa cair TPG untuk lebaran lantaran pembatasan aktivasi norek.
Bank Mandiri kata Faisol membatasi aktivasi rekening setiap hari hanya 10 orang. Ini menimbulkan kekecewaan para guru, apalagi ini hari terakhir pelayanan bank.
"Saya dan kawan-kawan sangat kecewa, walaupun pelayanan sedang kosong pihak bank tidak mau nelayani aktivasi rekening TPG dengan alasan khawatir membeludak. Padahal, pelayanan harus siap karena saya dua kali ke Bank Mandiri selalu sepi pelayanan," tutur guru PPPK paruh waktu ini lagi.










































