jpnn.com - JAKARTA - Eko Wibowo alias Ekowi mengaku menerima keluhan dari banyak guru PPPK yang lokasi penempatannya jauh dari keluarganya.
Ekowi yang merupakan Ketua ASN PPPK Guru 2022 Provinsi Riau mengatakan, banyak guru PPPK yang meminta relokasi penempatan agar bisa berdekatan dengan tempat tinggalnya.
Dia mengatakan, sudah ada beberapa guru PPPK yang mengundurkan diri sebagai ASN, demi tetap bisa dekat dengan suami/istri dan anak.
Diungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau bahkan menyurati Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini untuk meminta persetujuan relokasi penempatan. Sayangnya, hingga saat ini belum direspons.
Merespons hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakrullah mengatakan, pemda seharusnya tidak takut merelokasi PPPK, apalagi sudah banyak yang menerapkannya.
Jika ada pemda yang masih ragu melakukan relokasi penempatan PPPK, Prof Zudan meminta agar menyurati BKN.
"Kalau ragu-ragu, surati BKN saja. Insyaallah akan kami jawab agar pemda bisa segera merelolasi PPPK," kata Prof Zudan kepada JPNN.com, Selasa (27/1).
Dia mengatakan, sudah banyak surat pemda yang dijawab BKN bahwa Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dibolehkan remapping dan redistribusi ASN untuk menjawab kebutuhan serta masalah di daerah.













































