70 Tahun AFS Indonesia, Kemendikdasmen Dorong Penguatan Pendidikan Karakter & Antarbudaya

3 weeks ago 89

70 Tahun AFS Indonesia, Kemendikdasmen Dorong Penguatan Pendidikan Karakter & Antarbudaya

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Hybrid National Symposium 70th Antarbudaya AFS yang digelar Yayasan Bina Antarbudaya di Kantor Kemendikdasmen, Jumat (22/5/2026). Foto Mesya/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengharapkan generasi masa depan bangsa harus mampu bersaing di kancah global tanpa kehilangan identitas nasionalnya. Hal ini ditegaskannya dalam Hybrid National Symposium 70th Antarbudaya AFS yang digelar Yayasan Bina Antarbudaya, Jumat (22/5).

"Menjadi warga global tanpa kehilangan jati diri sebagai Indonesia adalah kekuatan generasi masa depan yang dibangun melalui pendidikan antarbudaya," ujar Abdul Mu'ti dalam siaran persnya.

Mengusung tema "Shaping Global Future Leaders with Character: Intercultural Education for Brighter Future", acara ini berlangsung di Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Jakarta Pusat.

Simposium ini menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan para tokoh pendidikan, pejabat pemerintah, organisasi sosial, akademisi, hingga praktisi pengembangan kepemudaan. Fokus utama yang dibahas adalah tantangan dunia pendidikan di era globalisasi yang kian kompleks, serta pentingnya menyeimbangkan kecerdasan akademik dengan pemahaman lintas budaya.

Senada itu, Staf Khusus Mendikdasmen Rita Pranawati mengingatkan bahwa indikator keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya bertumpu pada nilai akademik semata. Menurutnya, sekolah dan lembaga pendidikan harus mampu melahirkan pribadi yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

"Pendidikan antarbudaya dinilai menjadi salah satu ruang belajar yang relevan untuk membangun karakter tersebut," tambah Rita.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Antarbudaya Asmir Agoes menjelaskan bahwa perjalanan 70 tahun organisasi ini merupakan komitmen jangka panjang dalam mencetak calon pemimpin bangsa. Upaya ini diwujudkan melalui program nyata seperti pertukaran pelajar, pengembangan karakter dan etos kerja, serta penyaluran beasiswa bagi siswa berpotensi dari keluarga prasejahtera.

Tantangan global yang dihadapi generasi muda saat ini juga diakui oleh Executive Director Yayasan Bina Antarbudaya, Gatot Nuradi Sam. Ia menyerukan agar institusi pendidikan memberikan ruang yang lebih luas bagi penguatan kompetensi sosial siswa.

Kemendikdasmen mendorong penguatan pendidikan karakter dan antarbudaya pada momen peringatan 70 tahun AFS Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |