jpnn.com - JAKARTA - Setidaknya ada tujuh alasan pemerintah, dalam hal ini Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, menunjuk warga negara Australia Luke Thomas Mahony menjadi Dirut PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Sebelum lebih jauh ke sana, belum bisa dipastikan apakah penulisan nama perusahaan tersebut Danantara Sumber Daya Indonesia atau Danantara Sumberdaya Indonesia. Mohon dimaklumi, karena masih baru.
Kembali ke Luke Thomas.
Menurut Rosan, hal utama yang menjadi pertimbangan penunjukan Luke Thomas menjadi bos dari badan yang salah satu tugas utamanya ialah mengelola ekspor tiga komoditas primadona Indonesia (batu bara, minyak sawit, dan besi/baja), yakni rekam jejak.
"Kami kan melihat banyak pertimbangan juga, lebih dari (yang utama) track record-nya," kata Rosan di Istana Jakarta, Jumat (22/5).
Itu yang pertama. Kemudian, Luke memiliki:
- pengalaman yang kuat di sektor mineral dan perdagangan (trading)
- pengalaman memimpin sejumlah perusahaan mineral
- memiliki jaringan yang baik serta kinerja yang sangat baik selama bergabung di Danantara Indonesia
- punya pengalaman di perusahaan multinasional, termasuk di PT Vale Indonesia
- istrinya orang Indonesia
- memahami bahasa Indonesia
"Yang paling penting justru pengalaman trading-nya ada, mineralnya ada, menjadi pimpinan di banyak perusahaan mineral dan network-nya juga baik, dan yang paling penting juga, selama ini dia di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik," kata Rosan.
"Dia pun bisa bahasa Indonesia, dan istrinya orang Indonesia," katanya.







.jpeg)
































