jateng.jpnn.com, SEMARANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi efek nyata terhadap peningkatan ekonomi warga.
Hal itu dirasakan para relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Semarang, khususnya di wilayah Semarang Tengah Gabahan dan Brumbungan.
Para sukarelawan mengaku bersyukur bisa bekerja di dapur MBG karena membantu menopang perekonomian keluarga. Bahkan, mereka berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan.
Sugiyono, Ketua Rukun Warga (RW) sekaligus relawan SPPG Kota Semarang Semarang Tengah Gabahan, mengaku sudah terinfo sejak awal ketika dapur MBG itu mulai dibangun. Lalu, sejak SPPG mulai beroperasi, hampir semua warganya bekerja di kedua dapur itu.
“Dengan adanya dapur MBG, warga saya yang awalnya pengangguran, sekarang jadi punya pekerjaan,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1).
Banyak ibu rumah tangga di wilayah RW-nya ikut bekerja di dapur MBG. Sebagai sukarelawan dapur MBG, mereka bekerja sebagai pencuci ompreng, petugas penyiapan bahan makanan sebelum diolah, tukang masak, bagian pemorsian, hingga petugas pengantar makanan hingga sopir.
“Warga saya antusias, setiap RT pasti ada yang bekerja di dapur sini,” kata Sugiyono.
Dia pun bekerja sebagai relawan di dapur SPPG, di bagian keamanan. Ketua RW itu menjelaskan bahwa dirinya bekerja sebagai security dengan dua shift, pagi dan siang, dengan jam kerja 12 jam. Dia mengaku pendapatannya tidak selalu sama dalam satu periode, tetapi kadang diberi tambahan.











































