Warga Khawatirkan Titik Api Baru Karhutla Biak Numfor

3 hours ago 11

Warga Khawatirkan Titik Api Baru Karhutla Biak Numfor

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tim berjibaku melakukan pemadaman karhutla di Biak Numfor, Papua. Foto: Source for JPNN.

jpnn.com - JAKARTA  - Warga Biak Numfor, Papua, masih mengkhawatirkan kemunculan titik api baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah pun didorong aktif memberikan informasi terkini terkait karhutla kepada warga.

Bantuan alat pemadam yang mudah dibawa melalui jalur pegunungan juga dibutuhkan untuk memaksimalkan proses pemadaman di Biak Numfor yang memiliki karakteristik daerah berhutan.

"Kami sangat mengapresiasi penanganan karhutla oleh berbagai pihak, tetapi jujur saja hingga saat ini kami yang bermukim di Biak Numfor masih terus diselimuti kekhawatiran karena titik api baru kerap muncul," kata Yohana (27) salah seorang warga yang bermukim di Taman Mandow, Samofa, Biak Numfor, dalam keterangannya, Jumat (28/6).

Yohana mengatakan bahwa kabut asap hingga kini, khususnya di malam hari, masih dirasakan langsung oleh warga Biak. Kabut asap tersebut bahkan dirasa kian tebal menjelang tengah malam.

"Yang membuat heran, titik api muncul dan kabut asap yang menebal itu muncul di malam hari. Beberapa warga ada yang pernah melihat oknum warga melempar kertas yang telah dibakar. Pernah juga ada temuan potongan kayu terbakar yang dicurigai dimaksudkan agar api merembet dan membesar," ungkap Yohana.

Dia mengatakan bahwa karhutla di Biak Numfor telah berlangsung selama sepekan dan telah mengganggu aktivitas warga setempat. Pekan ini bahkan kegiatan belajar mengajar harus diliburkan karena asap tebal. Warga juga akhirnya melakukan aktivitas dengan memakai masker. “Ketika tidur di kamar pun kami bahkan menggunakan masker ketika kabut asap terasa menebal," tuturnya.

Yohana berharap pemerintah lebih peka terhadap terhadap karhutla di Biak Numfor. Pasalnya, selain akses yang terbilang jauh dari ibu kota, banyak wilayah permukiman berdekatan langsung dengan areal hutan.

"Biak Numfor ini pulau yang sangat kecil dan isinya hutan. Minggu ini mungkin lebih dari setengah bagiannya terbakar. Bisa habis hutan ini bila dibiarkan terbakar yang entah tujuannya apa. Pemerintah daerah mungkin seharusnya bisa lebih maksimal melakukan sosialisasi ter-update mengenai titik api dan lainnya,” kata Yohana.

Warga Biak Numfor, Papua, masih mengkhawatirkan kemunculan titik api baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |