Wamen PKP Fahri Hamzah Dorong Penataan Kampung Nelayan Kendari Jadi Kawasan Sehat

4 hours ago 31

Wamen PKP Fahri Hamzah Dorong Penataan Kampung Nelayan Kendari Jadi Kawasan Sehat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wamen PKP RI Fahri Hamzah (kiri) saat mengunjungi pemukiman pesisir di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

jpnn.com, KENDARI - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong percepatan penataan kawasan kampung nelayan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah pusat untuk menciptakan hunian pesisir yang lebih layak dan sehat.

Fahri saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa kawasan pesisir seperti yang ada di Poasia tidak hanya terdapat di Kendari, tetapi juga tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang dihuni masyarakat, sehingga perlu penataan yang lebih baik.

“Kita ini negara kepulauan dengan ribuan kawasan pesisir yang dihuni masyarakat. Karena itu kawasan-kawasan seperti ini harus ditata dengan baik,” kata Fahri Hamzah saat mengunjungi pemukiman pesisir di Jalan Bhayangkari Bahari, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

Ia menjelaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat yang menyiapkan penataan kawasan pesisir melalui Kampung Nelayan Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Program tersebut menargetkan penataan sekitar 1.000 kawasan pesisir setiap tahun," ujar dia.

Fahri Hamzah menyebutkan bahwa penataan kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus diikuti dengan perbaikan sanitasi dan pengelolaan sampah yang baik agar lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Yang utama adalah pemeliharaan lingkungan, sanitasi, dan pengelolaan sampah yang baik. Semua pihak harus terlibat agar kawasan yang sudah ditata tidak kembali kumuh,” katanya.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong percepatan penataan kawasan kampung nelayan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |