jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak peran aktif keluarga dan sekolah untuk mengawasi ruang digital yang aman untuk anak. Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar Sosialisasi dan Gelar Wicara PUSPAGA 2026 bertajuk Membangun Ruang Digital yang Aman untuk Anak, Rabu (1/4).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di era digital, sekaligus selaras dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
“Pengawasan ini sangat bergantung pada peran orang tua. Karena bagaimanapun, anak lebih banyak berada di rumah dibandingkan di sekolah,” ujar Eri, Selasa (31/3).
Kegiatan PUSPAGA 2026 akan melibatkan sebanyak 5.702 peserta dari seluruh jenjang pendidikan di Surabaya, mulai dari SD hingga SMA sederajat.
Sebanyak 1.156 peserta dijadwalkan hadir secara langsung, sementara 4.546 lainnya mengikuti secara daring, menyatukan komitmen dalam satu gerakan perlindungan anak di ruang digital.
Dalam rangkaian acara, peserta akan diajak melihat refleksi melalui penayangan video Jejak Digital Dampak Nyata serta mengikuti polling interaktif yang memotret kondisi riil kasus perundungan siber di lingkungan sekolah.
"Momentum ini diharapkan menjadi ruang edukasi bersama bagi siswa, guru, dan orang tua untuk makin memahami risiko sekaligus tanggung jawab dalam penggunaan teknologi,” katanya.
Puncak kegiatan akan ditandai dengan deklarasi “Sekolah Ramah Digital” yang dipimpin langsung Wali Kota Eri bersama perwakilan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.






































