jpnn.com - JAYAWIJAYA - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, mempercepat proses verifikasi data 600 honorer K2 (kategori dua) dalam rangka penataan pegawai non-ASN.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKDSDM) Kabupaten Jayawijaya Pius Wetipi mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi administrasi 600 honorer K2 yang telah terdata.
“Kami saat ini sedang melakukan verifikasi data honorer K2 yang terdata baik di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun distrik di wilayah Kabupaten Jayawijaya,” kata Pius di Wamena, Kamis (23/7).
Disampaikan bahwa kuota honorer K2 yang saat ini diprioritaskan ialah tenaga guru yang telah mengabdi sebelum tahun 2016.
“Bapak bupati sendiri yang memanggil dan mengabsen honorer tenaga guru yang telah terdata, kemudian kami melakukan pengecekan kembali terdata 182 tenaga guru tidak ada masalah dan di bawah 30 yang harus melakukan registrasi ulang,” ujarnya.
Dia menjelaskan setelah proses registrasi berjalan baik maka dilanjutkan dengan pengecekan keabsahan tenaga honorer K2 melalui pemeriksaan surat keputusan (SK) honorer, daftar gaji, dan lain-lain di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“BPKP akan memeriksa keabsahan dari honorer K2 yang telah diusulkan tersebut sebelum melangkah ke proses pendaftaran ke Badan Kepegawaian Negara (BKN),” katanya.
Dia menambahkan bahwa khusus untuk tenaga honorer K2 dari kuota 600 itu tenaga pendidikan mencapai 200, distrik 80, Satpol PP 56, kesehatan 40, dan sisanya terbagi di setiap OPD di lingkup Pemkab Jayawijaya.










.jpeg)

































