jpnn.com, JAKARTA - Universitas Katolik indonesia Atma Jaya (UAJ) telah meluncurkan sistem ijazah digital berbasis teknologi Blockchain baru-baru ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia UAJ, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, S.Si. menyampaikan inovasi ini hadir sebagai respons kampus terhadap tantangan di era digitalisasi.
Menurut dia, kehadiran ijazah digital memberikan kemudahan dalam proses validasi dan verifikasi bagi semua pihak, baik kampus, mahasiswa, perusahaan dalam negeri, maupun institusi di luar negeri.
"Ini bukan sekadar digitalisasi dokumen, tetapi bagian dari ekosistem layanan digital yang kami bangun untuk mahasiswa dan alumni," ujarnya.
Selama ini, proses verifikasi keaslian ijazah kerap membutuhkan proses yang cukup panjang dan harus melalui proses langsung dengan pihak universitas.
Dr. Yohanes menyebut kini dengan sistem digital yang terintegrasi, seluruh proses verifikasi dapat diakses dari mana saja di seluruh dunia.
Meski demikian, UAJ tetap mempertahankan penerbitan ijazah dalam format fisik bagi wisudawan yang membutuhkan.
Kedua format tersebut memiliki kekuatan hukum yang setara serta dilengkapi dengan barcode Blockchain yang memudahkan verifikasi oleh pihak eksternal secara global.







































