jpnn.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk menunda sementara rencana serangan militer baru terhadap Iran demi membuka ruang bagi jalur diplomasi.
Menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sejumlah pejabat AS, keputusan tersebut dibahas dalam pertemuan tertutup bersama pejabat tinggi keamanan nasional pada Jumat (22/5/2026) pagi waktu setempat, meskipun situasi di internal Pentagon tetap siaga tinggi menghadapi eskalasi konflik
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Trump menggelar pertemuan dengan pejabat tinggi keamanan nasional AS pada Jumat (22/5) pagi untuk membahas langkah selanjutnya terkait Iran, namun belum mengambil keputusan resmi.
Pemimpin AS itu, menurut laporan tersebut, mengatakan kepada sejumlah pejabat tinggi itu bahwa ia ingin memberi lebih banyak waktu agar proses diplomasi dapat dilaksanakan.
Namun, laporan media Amerika lainnya menunjukkan situasi yang tampaknya berbeda, dengan Trump disebut sedang mempertimbangkan secara serius serangan baru terhadap Iran.
Selain itu, sejumlah pejabat dan personel militer AS dilaporkan mulai membatalkan rencana libur panjang mereka menjelang peringatan Memorial Day.
Memorial Day (Hari Peringatan) adalah hari libur federal di AS yang diperingati setiap tahun pada hari Senin terakhir bulan Mei. Hari ini didedikasikan khusus untuk menghormati dan mengenang para pria dan wanita yang gugur saat bertugas di militer AS.
Memorial Day pada awalnya dikenal sebagai Decoration Day (Hari Dekorasi), tradisi ini dimulai setelah Perang Saudara Amerika (American Civil War) pada akhir abad ke-19. Tujuannya adalah untuk menghias dan meletakkan bunga di makam para tentara yang gugur di medan perang. Pada tahun 1971, Kongres menetapkannya sebagai hari libur resmi nasional.







































