jpnn.com, JAKARTA - Kondisi geopolitik global yang tidak menentu, penguatan ekonomi mulai dari hulu hingga ke hilir menjadi langkah strategis untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan sosial baik secara lokal maupun nasional dalam menjaga ketahanan ekonomi.
Ketua Umum Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Haryara Tambunan mengatakan adanya sinergisitas antara masyarakat dengan pemerintah dalam menciptakan penguatan ekonomi khususnya dari komoditi jahe juga tak kalah penting.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI AD khususnya Kodam III Siliwangi dengan masyarakat atau para petani jahe di Jawa Barat dalam hilirisasi pertanian patut didukung penuh demi menciptakan ketahanan ekonomi baik secara lokal maupun nasional mengingat Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah penyumbang terbesar komiditi jahe yang mencapai angka Rp 100 juta kilogram per tahun.
"Sebagai putra putri keluarga Angkatan Darat, kita harus hadir dan dukung penuh program-program seperti ini (hilirisasi jahe) karena ini dampaknya sangat nyata bagi ekonomi khususnya kecil-menengah," ujar Haryara dalam silaturahmi akbar DPD HIPAKAD Jabar, Jumat (22/5/2026).
Di sisi lain, Haryara yang juga Waketum Kadin Indonesia Bidang Kepatuhan dan Etika Bisnis menyebut dengan mengubah komoditas dasar (jahe) menjadi olahan atau produk setengah jadi akan memberikan keuntungan ekonomi yang jauh lebih tinggi bagi petani.
Oleh karena itu, pendampingan aspek legalitas, strategi branding, hingga pemasaran digital juga perlu diperhatikan dalam kolaborasi ini.
Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Wadanpussenif TNI AD Mayjen TNI Tatan Ardianto, perwakilan dari Gubernur Jabar, Pangdam III Siliwangi, Forkompimda Provinsi Jabar serta petani jahe sepakat untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan HIPAKAD dalam mewujudkan program penguatan ekonomi Presiden Prabowo.
Saat ini, HIPAKAD bersama Haryara Tambunan, merupakan ormas yang secara sah tercatat di beberapa kementerian serta institusi dan lembaga negara.







.jpeg)
































