jpnn.com - DALAM masa kampanye, Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri (MDF) pernah menyampaikan sebuah visi tentang masa depan Papua yang lebih maju.
Sebuah mimpi besar: menghadirkan infrastruktur modern seperti jalan tol dan kereta api agar konektivitas wilayah Papua semakin kuat dan pembangunan ekonomi kian terbuka.
Banyak orang mungkin menganggap itu sebagai mimpi besar yang akan sangat sulit direalisasikan. Namun, dalam perjalanan waktu, mimpi itu perlahan menemukan jalannya.
Memang penting untuk dipahami bahwa gagasan tentang konektivitas besar di Tanah Papua bukanlah gagasan yang lahir tanpa dasar. Dia adalah bagian dari mata rantai pemikiran para pemimpin Papua dari masa ke masa yang sejak lama memikirkan bagaimana membuka keterisolasian wilayah dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi rakyat Papua.
Dalam konteks itulah, langkah yang diambil oleh Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri juga dapat dipahami sebagai melanjutkan mimpi besar para pendahulu.
Kita mengenang bahwa pada masa kepemimpinannya, Gubernur Barnabas Suebu (Kaka Bas) juga pernah memasukkan gagasan tentang kereta api di Tanah Papua sebagai bagian dari rencana program besar pembangunan masa depan Papua.
Demikian pula Almarhum Lukas Enembe (LE) yang telah meletakkan fondasi penting melalui perjuangan pembangunan Jalan Lintas Papua yang layak, sebagai tulang punggung konektivitas darat yang membuka akses antar wilayah di Papua.
Karena itu, apa yang dilakukan hari ini oleh Gubernur MDF sesungguhnya adalah melanjutkan mimpi para pendahulu, yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan zaman, perkembangan teknologi, serta kondisi kekinian Papua.








































