jpnn.com - BANDUNG - Jurnalis foto Republika Thoudy Badai Rifanbillah yang sempat ditahan otoritas militer Israel saat meliput misi kemanusiaan armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, sudah berada di Turki. Pihak keluarga yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat ini masih menunggu kepulangan Thoudy ke Tanah Air.
“Saat ini, fokus utama keluarga adalah mempersiapkan fisik dan mental untuk menyambut kepulangan Thoudy kembali ke rumah," kata Hany Hanifa Humanisa, Ibunda Thoudy, di kediamannya, Jumat (22/5).
Hany mengatakan pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat dalam upaya pembebasan, baik itu Republika, GSF, seluruh organisasi pers, maupun pemerintah. “Serta seluruh masyarakat yang mendoakan," ungkap Hany.
Menurut Hany, anaknya dan seluruh delegasi menjalani prosedur administrasi serta pemeriksaan kesehatan sebelum dipulangkan ke negaranya masing-masing. "Pendampingan dan diplomasi yang bergerak taktis sejak hari pertama sangat membantu menenangkan kami di rumah," katanya.
Perihal jadwal kepulangan, pihak keluarga sangat memaklumi dan mendukung penuh proses administrasi serta kebutuhan tim medis yang sedang berjalan di Turki.
Hal tersebut merupakan prosedur standar yang sangat krusial sebagai bentuk pemenuhan hak dan perlindungan hukum bagi para sukarelawan dan jurnalis pasca-insiden penahanan di perairan internasional.
Hany mendoakan supaya seluruh proses birokrasi di Turki berjalan lancar tanpa kendala, sehingga Thoudy dan rekan-rekan delegasi Indonesia, bisa segera mendarat dengan selamat di Tanah Air.
Dalam kesempatan itu, Hani menyatakan bahwa keberangkatan Thoudy ke wilayah krisis tersebut didasari oleh pemenuhan tugas profesional jurnalisme.





.jpeg)
































