jpnn.com - SURABAYA - Pembesut Persebaya Surabaya Bernardo Tavares membuka kunci keberhasilan timnya memetik kemenangan dari tim bertabur bintang, Malut United, pada pekan ke-17 Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (10/1) sore WIB.
Menurutnya, strategi pertahanan mid-block yang diterapkan pasukannya berhasil meredam serangan-serangan Laskar Kie Raha -julukan Malut United.
Tavares pun menyebut dalam laga yang diwarnai guyuran hujan tersebut, Bajol Ijo agresif saat transisi dan bermain rapi saat tanpa bola.
"Anak-anak bekerja keras dengan bola, juga ketika tanpa bola. Jika kami ingin punya peluang, maka kami harus lebih baik dari mereka saat kehilangan bola," kata Tavares.
Pelatih dari Portugal itu pantas senang, karena Persebaya vs Malut United menjadi debutnya sebagai pelatih di tim kesayangan warga Kota Pahlawan.
Dia menjelaskan bahwa keputusan menerapkan strategi blok menengah (mid-block) diambil untuk meredam kelebihan lawan yang memiliki barisan pemain berpengalaman dengan kemampuan tendangan jarak jauh yang akurat, seperti Yance Sayuri dan David da Silva.
"Jika kami bermain terlalu tinggi, mereka punya pemain dengan kecepatan," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, kondisi lapangan yang licin akibat hujan juga menjadi variabel yang diantisipasi oleh tim pelatih.













































