jpnn.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas temuan ratusan senjata api, amunisi, dan narkoba di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan.
Politikus Partai NasDem itu menegaskan Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta instansi terkait harus menelusuri seluruh rangkaian kasus tersebut, termasuk asal-usul kepemilikan senjata yang jumlahnya mencapai 995 pucuk.
"Polri, BIN, dan instansi terkait harus mengusut tuntas temuan ini," ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8).
Menurut Sahroni, penyimpanan hampir seribu senjata api bukan hal yang lazim sehingga penyidik perlu mendalami motif di balik kepemilikan barang tersebut.
Dia meminta aparat menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan kriminal maupun kelompok terorisme. Selain itu, sumber perolehan senjata, jalur distribusi, hingga tujuan penyimpanannya juga harus diungkap.
"Harus dilacak dari mana hampir seribu senjata ini berasal, bagaimana bisa diperoleh, dan untuk tujuan apa disimpan," katanya.
Sahroni juga menilai kecil kemungkinan penyimpanan senjata dalam jumlah besar dilakukan oleh satu orang. Karena itu, dia meminta penyidik membongkar kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
"Khawatir ini bukan perbuatan individu semata, melainkan bagian dari jaringan yang lebih besar yang bisa mengancam keamanan nasional. Maka harus dibongkar sampai ke akar agar tidak menimbulkan ancaman yang lebih serius di kemudian hari," ucapnya.









































