jpnn.com, JAKARTA - JustMarkets menganalisis kesenjangan antara angka aktual Indeks Harga Konsumen (CPI) dan ekspektasi pasar, merupakan pendorong utama volatilitas pasar valuta asing (valas).
Perusahaan menyebutkan angka inflasi utama itu sendiri tidak menggerakkan pasar, karena biasanya sudah diperhitungkan oleh para pelaku pasar sebelum pengumuman resmi.
Selisih antara rilis data dan konsensus pasar justru menjadi katalis nyata yang memengaruhi pergerakan pasangan mata uang utama seperti EUR/USD.
Fenomena itu memungkinkan angka inflasi sebesar 3,4 persen tetap melemahkan dolar AS, apabila para trader sebelumnya mengharapkan angka yang lebih tinggi.
Komponen kejutan data itu dinilai lebih berpengaruh sebagai pendorong harga, dibandingkan dengan angka utama berdasarkan hasil riset Federal Reserve.
“Katalis sebenarnya untuk volatilitas valuta asing bukanlah angka inflasi itu sendiri, tetapi seberapa jauh angka tersebut menyimpang dari konsensus pasar,” kata perwakilan JustMarkets.
Menurut JustMarkets, para trader yang hanya fokus pada angka utama sering kali melewatkan pendorong pasar yang sebenarnya.
Pasar valuta asing sangat digerakkan oleh ekspektasi terhadap keputusan suku bunga bank sentral yang sangat dipengaruhi oleh tingkat inflasi harian.









































