jpnn.com, JAKARTA - Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah berharap Presiden RI Prabowo Subianto turun tangan memimpin reformasi menyeluruh di sektor keuangan dan fiskal setelah muncul berbagai catatan lembaga internasional.
"Bapak Presiden dapat mengubah ‘tekanan’ ini menjadi peluang besar, melalui kepemimpinan reformasi pada sektor keuangan dan fiskal," kata dia melalui layanan pesan, Sabtu (7/2).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok akibat tudingan praktik tidak sehat oleh MSCI dan penurunan peringkat oleh Goldman Sachs.
Belum selesai urusan MSCI, Indonesia harus menghadapi lembaga Moody’s yang merevisi credit rating Tanah Air dari stable ke negative.
Indonesia bulan ini juga harus menghadapi FTSE Russel.
Anak perusahaan London Stock Exchange itu akan merilis laporan tentang outlook bursa saham dan ekonomi Tanah Air.
Said menyarankan Kepala Negara memimpin restrukturisasi belanja guna menekan defisit dan mengurangi beban utang.
"Ya, upaya ini sekaligus mitigasi apabila penerimaan pajak dan PNPB pada tahun ini mengalami shortfall," ujar dia, Sabtu.






.jpeg)



































