jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, menerima penghargaan dari Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi Indonesia) berupa Anugerah Kepemimpinan Visioner Pengawasan Obat dan Makanan 2026.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan strategisnya dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan nasional di tengah tantangan global.
Penghargaan tersebut diserahkan usai forum diskusi strategis GP Farmasi Indonesia yang membahas kenaikan harga obat di tengah gejolak global.
Forum itu menyoroti sejumlah faktor yang memengaruhi harga obat, mulai dari tekanan geopolitik, gangguan rantai pasok bahan baku farmasi, hingga kenaikan biaya logistik internasional.
Kegiatan tersebut dihadiri pelaku industri farmasi, pemangku kepentingan sektor kesehatan, serta perwakilan pemerintah.
"Forum itu menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan langkah bersama dalam menjaga stabilitas harga obat dan ketersediaannya di dalam negeri," kata Ketua Umum GP Farmasi Indonesia, F. Tirto Koesnadi, Minggu (19/4).
Dia mengatakan penghargaan tersebut merupakan pengakuan industri terhadap kepemimpinan yang dinilai mampu menjembatani kepentingan pengawasan dan keberlanjutan industri.
Di bawah kepemimpinan Prof. Taruna Ikrar, BPOM menunjukkan wajah baru, tegas dalam pengawasan, namun progresif dalam mendorong inovasi.







































