Tantangan Hidup di Australia dengan Beasiswa Saat Biaya Hidup Makin Mahal

1 day ago 35

Tantangan Hidup di Australia dengan Beasiswa Saat Biaya Hidup Makin Mahal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Selain menyiapkan dana tambahan, Rahma mengatakan kesiapan mental juga perlu sebelum menjalani studi di luar negeri. (Koleksi pribadi)

Seiring dengan meningkatnya biaya hidup di Australia, tekanan finansial dirasakan oleh sejumlah mahasiswa asal Indonesia yang menerima beasiswa.

Data terbaru Biro Statistik Australia, atau ABS, menunjukkan biaya hidup berbagai kelompok rumah tangga di Australia naik sekitar 3,7 hingga 4,7 persen dalam setahun hingga Juni 2026. 

Meski biaya kuliah dan sejumlah kebutuhan hidup penerima beasiswa ditanggung oleh pemerintah Indonesia atau pemerintah Australia, kenaikan ini semakin terasa ketika pasangan dan anak ikut tinggal di Australia.

Seperti yang dialami oleh Sitti Rahma Yunus, dosen asal Makassar yang sedang menempuh gelar PhD di bidang pendidikan di University of Queensland dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sejak Januari 2025.

Di Brisbane, Rahma, nama panggilannya, tinggal bersama suami dan empat anaknya di sebuah rumah di kawasan Taringa, negara bagian Queensland.

Pada tahun pertama, Rahma menyebut menyewa tempat tinggal seharga sekitar AU$620 per minggu.

Ketika harga sewa meningkat menjadi sekitar A$680 per minggu, ia mengatakan memilih pindah ke tempat lain.

Saat ini mereka tinggal di rumah yang lebih kecil dengan hanya dua kamar tidur, dan biaya sewanya sekitar AU$400 per minggu. 

Selama ini banyak yang menganggap penerima beasiswa bisa sekolah gratis dengan biaya hidup yang juga ditanggung sepenuhnya

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |