jpnn.com - Pergantian Menteri Keuangan selalu lebih dari sekadar pergantian pejabat.
Menteri Keuangan memegang salah satu simpul terpenting negara, yakni mengelola uang rakyat, menjaga kredibilitas anggaran, memastikan pembiayaan pembangunan tetap berkelanjutan, sekaligus menjadi salah satu jangkar kepercayaan pelaku ekonomi.
Oleh karena itu, ketika Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara pada 14 September 2026, bukan tentang siapa yang lebih baik di antara keduanya, tetapi ke mana arah kebijakan fiskal Indonesia setelah pergantian ini?
Suahasil bukan orang baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan sebelumnya memimpin Badan Kebijakan Fiskal.
Pengalaman tersebut membuatnya relatif familiar dengan arsitektur fiskal Indonesia dan jaringan birokrasi pengelola APBN.
Pemerintah sendiri menegaskan bahwa Suahasil diharapkan menjaga APBN tetap sehat dan kredibel. Dalam pelantikannya, ia mendapat mandat untuk menjalankan pengelolaan keuangan negara dengan tetap menjaga kredibilitas anggaran dan batas defisit di bawah 3 persen.
Namun, persoalan Suahasil bukan sekadar menjaga angka defisit.
Pasar Memberi Sinyal, Vukan Vonis

















































