jpnn.com, JAKARTA - Spekulasi mengenai kemungkinan peluncuran token native bernama $BASE oleh Coinbase makin ramai diperbincangkan di industri kripto global.
Perkembangan pesat ekosistem Base sepanjang 2026 turut mendorong perhatian publik terhadap langkah berikutnya dari jaringan tersebut.
Sejak awal diluncurkan, Base memang tidak memiliki token sendiri. Namun, pernyataan terbaru dari CEO Coinbase, Brian Armstrong, serta kreator Base, Jesse Pollak, mengindikasikan bahwa perusahaan tengah mengeksplorasi kemungkinan menghadirkan aset digital native.
Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya mendorong desentralisasi ekosistem.
Sejumlah analis, termasuk dari JPMorgan, menilai bahwa jika token $BASE benar-benar diluncurkan, nilainya berpotensi mencapai skala miliaran dolar. Kehadiran token ini juga dinilai dapat menjadi cara untuk “mengkapitalisasi” pertumbuhan jaringan Base yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah dinamika tersebut, muncul proyek bernama BasePerp yang memposisikan diri sebagai salah satu infrastruktur pendukung dalam ekosistem Base.
BasePerp merupakan platform decentralized exchange (DEX) yang berfokus pada perdagangan derivatif kripto (perpetual).
Platform ini dirancang untuk mendukung aktivitas trading di jaringan Base, terutama jika terjadi peningkatan volume transaksi yang signifikan seiring potensi peluncuran token $BASE. BasePerp mengklaim menawarkan eksekusi cepat, biaya rendah, serta transparansi melalui teknologi blockchain.








































