Soal Wacana Pilkada Lewat DPRD, Arifki Ingatkan Parpol Jangan Menjauh dari Selera Politik Rakyat

1 day ago 24

Soal Wacana Pilkada Lewat DPRD, Arifki Ingatkan Parpol Jangan Menjauh dari Selera Politik Rakyat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago. Foto: Source for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Arifki Chaniago menilai wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD yang didukung Partai Golkar, PAN, PKB, Gerindra, dan NasDem perlu mempertimbangkan secara serius selera politik masyarakat.

Tanpa itu, wacana tersebut berisiko dipersepsikan semata sebagai agenda elite sekaligus mencerminkan jarak partai politik dengan rakyat.

Menurut Arifki Chaniago, sebelum mendorong perubahan sistem, partai politik seharusnya memastikan kebijakan tersebut benar-benar sejalan dengan harapan publik.

Pasalnya, posisi kepala daerah memiliki keterkaitan yang sangat langsung dan intens dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Kepala daerah bukan sekadar produk kompromi politik. Mereka berhadapan langsung dengan warga—mulai dari pelayanan publik, konflik sosial, hingga penanganan bencana. Karena itu, selera masyarakat menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan,” ujar Arifki, Selasa (6/1/2026).

Dia mengingatkan apaabila partai politik gagal membaca preferensi publik secara serius, perubahan sistem Pilkada justru berpotensi memicu resistensi sosial.

Menurutnya, Pilkada langsung selama ini memberi ruang partisipasi yang kuat bagi masyarakat untuk merasa memiliki pemimpinnya. Ketika mekanisme tersebut dialihkan ke DPRD tanpa komunikasi publik yang memadai, masyarakat berisiko merasa dipinggirkan dari proses politik yang sangat menentukan hidup mereka.

“Perubahan sistem Pilkada itu ibarat mengganti menu utama di rumah makan tanpa bertanya kepada pelanggan. Dapur mungkin merasa lebih efisien, tetapi jika pelanggan tidak cocok, mereka bisa protes atau pergi. Dalam politik, ‘pergi’ itu bisa bermakna apatis atau kemarahan kolektif,” jelasnya.

Partai politik seharusnya memastikan wacana Pilkada lewat DPRD sudah sejalan dengan harapan publik.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |