jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Yorrys Raweyai menilai Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa menuntaskan persoalan kekerasan di Papua.
Hal demikian dikatakan dia saat beraudiensi dengan perwakilan Amnesty International yang mengadukan dugaan pelanggaran HAM di Papua.
Satu di antara yang diadukan ialah Tragedi Gearek 2025. Sebuah serangan melibatkan beberapa helikopter militer menjatuhkan mortir di sebuah kampung kawasan Papua.
Mulanya, Yorrys menyebut persoalan Papua telah melintasi masa kepemimpinan delapan presiden, tetapi solusi belum ditemukan.
"Persoalan Papua ini agak rumit. Ini sudah delapan presiden, sudah 70 tahun Papua integrasi dengan Republik Indonesia," kata dia saat audiensi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Yorrys menyebut kasus di Papua selalu berkaitan dengan kekerasan aparat, tetapi solusi sampai kini tak kunjung terselesaikan.
Dia kemudian menyoroti ironi yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden ketujuh RI Jokowi menangani Papua.
Menurut dia, Jokowi sebenarnya rutin mendatangi Papua sampai warga Bumi Cenderawasih menganggap eks Gubernur Jakarta itu sebagai juru selamat.










































