jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Seni merangkai bunga kini bukan lagi sekadar hobi dekoratif, melainkan telah bertransformasi menjadi tren healing yang diminati berbagai kalangan.
Merangkai bunga dianggap sebagai pelarian positif dari tekanan rutinitas sehari-hari.
Founder Alayya's Community sekaligus coach merangkai bunga, Rini Djafar mengungkapkan kebanyakan peserta yang mengikuti kelasnya datang untuk healing dan mengisi waktu luang.
"Kalau saya bisa bilang sih, 99 persen untuk sekarang yang ikut kelas saya untuk mengisi waktu gabut atau dia pengen healing," kata Rini di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Rini memaparkan peminat aktivitas ini berasal dari profil yang sangat beragam, mulai dari anak-anak sekolah dasar (SD) hingga lansia.
Bahkan, dia mencatat peserta tertua yang pernah mengikuti kelasnya menyentuh usia 80 tahun.
Ketertarikan ini juga menjangkiti Generasi Z yang mendominasi sebagian besar peserta kelas.
Banyak dari mereka, termasuk para mahasiswa yang sedang menunggu sumpah dokter atau masa wisuda, memilih mengisi waktu luang dengan mengikuti kelas merangkai bunga.










































