Sahroni NasDem Dukung Bareskrim Sikat Pelaku Manipulasi Pasar Modal yang Membahayakan Ekonomi Negara

1 week ago 29

Sahroni NasDem Dukung Bareskrim Sikat Pelaku Manipulasi Pasar Modal yang Membahayakan Ekonomi Negara

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/3/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

jpnn.com, JAKARTA - Bendahara Umum (Bendum) Partai NasDem Ahmad Sahroni mengapresiasi dan mendukung langkah tegas Bareskrim Polri dalam menjaga integritas pasar modal nasional.

Hal itu disampaikan Sahroni, merespons langkah Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Shinhan Sekuritas di Equity Tower, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026).

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak menyebut penggeledahan itu merupakan bagian dari tindak lanjut penanganan dugaan praktik saham gorengan dan manipulasi pasar modal.

Belakangan, aparat penegak hukum memang tengah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pasar modal menyusul gejolak IHSG yang dipicu keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

“NasDem mengapresiasi serta mendukung penuh langkah Bareskrim Polri beserta jajaran untuk memberantas praktik manipulasi di pasar modal kita demi melindungi laju perekonomian negara," kata Sahroni, Kamis (5/2/2026).

Selain itu, kata Sahroni, langkah penegak hukum penting untuk melindungi investor, khususnya lokal yang tengah bertumbuh pesat, yang saat ini saja sudah mencapai 20 juta orang.

"Jika dibiarkan, manipulasi pasar modal ini bisa memperlemah nilai rupiah dan anjloknya ekonomi secara keseluruhan, bahkan bisa berimbas pada sektor riil,” tutur Sahroni.

Menurutnya, praktik manipulasi saham bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak pada persepsi global terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Bendara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mendukung Bareskrim Polri sikat pelaku manipulasi pasar modal yang membahayakan ekonomi negara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |