jpnn.com, BANDA ACEH - Penanganan di Aceh Timur dan Utara mendapat perhatian yang serius dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).
Pasalnya, kedua wilayah itu mengalami dampak yang luas dan parah.
Cakupan luasan terdampak dan juga rusaknya berbagai infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, hunian, sekolah sampai sawah dan ladang milik penduduk.
Kepala Posko Wilayah (Kaposwil) Aceh Safrizal ZA menyampaikan rapat-rapat yang sifatnya koordinasi dan konsolidasi, harus selalu diimbangi dengan kerja dan inspeksi lapangan.
"Tugas utama Satgas PRR adalah memastikan berbagai rencana aksi benar benar dijalankan di lapangan sehingga manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya dibelakang meja, namun turun langsung sebagaimana hari ini (29/2) kami mendampingi Kepala BNPB selaku Wakasatgasnas" ujar Safrizal dalam keterangan persnya.
Inspeksi dan peninjauan ke Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara menyasar kebeberapa titik, yakni pembangunan Huntara di Desa Pante Rambong, Kabupaten Aceh Timur, rekonstruksi dan pemberian bantuan SDN Blang Senong, Kabupaten Aceh Timur, inspeksi jembatan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pemberian Bantuan kepada masyarakat Desa Tupok Blang, Kabupaten Aceh Utara, dan iInspeksi pembangunan Huntara di Desa Baba Krueng, Kabupaten Aceh Utara.
"Alhamdulillah Huntara di Desa Pante Rambong Aceh Timur sudah rampung, secara simbolis Wakasatgasnas sudah menyerahkan kunci kepada masyarakat, bagi yang tidak memilih opsi huntara juga sudah diserahkan dana tunggu hunian (DTH) sementara di Desa Baba Krueng Aceh Utara progresnya sudah mencapai 60-70 persen," kata Safrizal.
Sementara itu dalam inspeksi jembatan di desa sawang yang hancur tersapu banjir bandang, konstruksi pembangunan bailey sudah dimulai dengan menurunkan alat-alat berat dan bantuan personel dari Brimob Polri.













































