jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Sabam Sinaga, memberikan sejumlah catatan dan masukan kepada Rapat Kerja dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti. Sabam menyoroti perlunya data yang lebih rinci dan tindak lanjut konkret terhadap beberapa program prioritas.
Pertama, Sabam mengapresiasi capaian Kemendikdasmen termasuk keberhasilan dalam Indeks Kualitas Sistem Sekolah (IKSS). Namun, ia meminta data yang lebih detail.
"Saya lihat cukup lumayan bagus, hanya saja perlu ada semacam gambaran detail per provinsi sehingga kita tahu wilayah-wilayah mana sih sebenarnya yang IKSS-nya itu rendah," ujarnya dalam Raker di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/1).
Sabam menekankan bahwa data per provinsi akan menjadi dasar untuk intervensi yang lebih tepat sasaran, karena tidak mungkin sentuhan yang sama diberlakukan untuk daerah dengan capaian rendah dan tinggi.
Hal serupa ia sampaikan terkait hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA). Sabam menyatakan bahwa hasil TKA pasti berbeda antarprovinsi dan seharusnya tidak hanya menjadi alat pemotretan.
"Sebaiknya menurut kami Pak Menteri, ada semacam tindak lanjut dari gambaran dari TKA ini, tidak hanya memotret," katanya.
Sabam berharap TKA dapat menjadi instrumen untuk memetakan potensi akademik siswa guna merancang perbaikan yang lebih jitu. "Kita berharap minimal 11-12 seluruh potensi TKA di setiap provinsi. 38 provinsi kita yang kita miliki di Indonesia ini, saya yakin TKA-nya itu berbeda-beda," tambah Sinaga.
Kedua, Ketum Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia (PERKUPI) ini menyoroti penanganan pascabencana yang melanda beberapa wilayah di Sumatera. Sabam menyebutkan lebih dari seribu sekolah mengalami kerusakan dan meminta penjelasan timeline pemulihan.











































